Senin, 10 Agustus 2015

Essay tentang Belajar

RIZQI MAHMUDAH XII IPA 5/18
Malas Belajar, Bumerang bagi Pelajar
Pelajar memiliki kewajiban utama yaitu belajar. Pengertian belajar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Sedangkan menurut pendapat seorang pakar pendidikan sekakligus pakar agama Prof. Dr. Harun Nasution, belajar merupakan kegiatan mengumpulkan dan menambah sejumlah ilmu dan pengetahuan. Dengan kata lain belajar merupakan upaya yang sengaja diciptakan agar terjadi suatu kegiatan yang edukatif antara peserta didik (pelajar) dan pendidik (pengajar). Dalam proses belajar, seorang pelajar bukan hanya dituntut untuk menerima, mengolah, dan menerapkan informasi yang diterima, namun pelajar juga harus bisa mengembangkan karakter seorang pelajar khususnya sikap dan tingkah laku dalam proses pembelajaran.
Pengaruh globalisasi memberikan dampak yang besar bagi seorang pelajar. Kita dapat melihat perbedaan antara pelajar di era proklamasi dan pelajar di era globalisasi. Di era proklamasi banyak diantara pelajar yang terfokus pada dunia pemerintahan karena pada saat itu walaupun secara de facto bangsa Indonesia telah menyatakan merdeka, negara terus mengalami guncangan politik dan senjata dari para penjajah yang tidak bertanggungjawab. Sedangkan di era globalisasi seorang pelajar bukan hanya terfokus dalam bidang tertentu namun memang dituntut untuk memiliki pengetehuan yang luas dalam segala aspek. Realitanya, walaupun sudah terlihat jelas perbedaan kebutuhan pelajar di era proklamasi dan globalisasi namun, sistem pendidikan di Indonesia tidak banyak mengalami perubahan. Pelajar masih harus menghabiskan waktu di sekolah kurang lebih tujuh jam dalam sehari. kegiatan ini selalu dilaksanakan rutin setiap enam hari selama satu minggu membuat banyak diantara pelajar yang merasa bosan saat di sekolah. Bahkan sampai merasa sangat bosan dengan rutinitas di sekolah, ada sebagian pelajar yang bolos sekolah. Dengan demikian banyak faktor yang membuat pelajar memiliki masalah belajar di sekolah.
Faktor internal yang menjadi penyebab para pelajar malas untuk belajar diantaranya pelajar kurang konsentrasi dalam belajar dan waktu dalam proses belajar terlalu singkat. Kurangnya konsentrasi pelajar dalam belajar dapat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan yang kurang sehat, kurangnya asupan gizi yang seimbang, dan keadaan psikologi pelajar. Sedangkan kurangnya waktu yang dibutuhkan untuk belajar dapat disebabkan karena beberapa pelajar memiliki tipe-tipe metode belajar sendiri. Ada ada sebagian pelajar merasa lebih memahami materi dengan belajar secara individu, bahkan merasa terganggu bila belajar secara berkelompok, sedangkan ia harus menghabiskan waktu untuk mengikuti pembelajaran di sekolah yang dilalukan secara berkelompok. Ada juga pelajar yang merasa tidak mampu untuk belajar secara individu sehingga dia merasa harus ada orang lain bisa teman atau guru yang membimbingnya belajar sehingga ketika pelajar ini sedang berada di rumah saat memiliki waktu luang, tidak dipergunakan untuk belajar namun utuk kegiatan lain.
Metode guru yang dinilai kurang menarik dan membosankan dan sarana prasarana yang kurang memadai dapat menjadi faktor eksternal yang membuat pelajar malas untuk belajar.
Malas belajar akan membuat prestasi pelajar kurang maksimal bahkan bisa menurun, kreativitas pelajar tidak berkembang, dan karakter buruk bisa saja tumbuh dan berkembang di kalangan pelajar seperti mencontek, tawuran, dan vandalisme. jika seorang pelajar malas untuk belajar maka harpan bagsa kepada pelajar tidak bisa diwujudkan. Malas belajar akan menghancurkan masa depan bangsa. Malas belajar akan menjadi bumerang bukan hanya bagi pelajar namun masa depan bangsa juga dapat terancam.
Pelajar merupakan aset yang penting bagi suatu Negara karena generasi pelajar adalah bibit-bibit yang harus dikembangkan untuk menjadi generasi yang dapat memajukan agama, nusa dan bangsa. Motivasi dari lingkungan terutama keluarga dapat mencegah virus malas belajar dan dapat menjadi cambuk bagi pelajar untuk rajin belajar. Tidak hanya itu, dengan adanya motivasi tersebut maka pergaulan sosial pelajar juga semakin baik. Seorang pelajar yang baik seharusnya mampu menempatkan diri dengan baik pula di kalangan masyarakat. Karena sebagai seorang peserta didik, secara tidak langsung pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki juga lebih baik dibandingkan yang lain.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar